Bingung jga siy mau dateng ke acara workshop jurnalistik or training di SAT hehe… Akhirnya keputusan dateng ke workshop jurnalistik…oz masi termasuk acara kominfo himapsi terhitung aku disitu masi tercatat dalam keanggotaan kominfo.. datenglah nga enak sama anak-anak…jarang ketemu anak2 kominfo bareng..
Acara NYa :
Pengenalan tentang dunia jurnalistik…siep………dah..nambah pengalaman dalam nulis menulis terutama untk tujuan publik menarik juga… siapa saja bisa jadi wartawan..ok2
Fotographi belajar juga… keren2…
Desain grafis …pembuatan majalah ..yo masuklah…
Menarik..untuk dipelajari.
Tags: Add new tag, jurnalistik, kominfo himapsi, psikologi, workshop
Disadur dari jurnal psikologi populer alias popsy gini katanya..Khusus buat temen2 yang pernah curhat sama aku tentang cintanya yang kandas hehe…
Hubungan cinta tidak selamanya berjalan mulus. Ada yang sukses hingga ke jenjang pernikahan dan kemudian membuahkan anak. Namun lebih banyak hubungan cinta yang berakhir prematur dengan kedua pihak kembali menjalankan kehidupan lajangnya masing-masing. Ada yang berakhir baik-baik dengan keduanya saling mengucapkan terima kasih dan masih menjadi teman dekat. Ada pula yang berakhir tidak baik dengan keduanya saling mengucapkan sumpah serapah dan berurai air mata. Bagaimanapun juga, hubungan cinta yang kandas pasti sedikit banyak menimbulkan penderitaan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Pihak mana sebenarnya yang paling menderita akibat putus cinta?
Prialah yang sebenarnya paling menderita, menurut David Zinczenko, kolumnis majalah Men’s Health. Ia menolak anggapan umum bahwa pria lebih tegar daripada wanita dalam menghadapi putusnya hubungan percintaan. Apa saja alasannya?
Pria Menyembunyikan Perasaannya. Ketika seorang pria diputuskan oleh pasangannya, biasanya ia akan sesumbar: Biar saja, life still goes on. Caranya? 26% pria yang mengisi survei online Men’s Health melakukannya dengan minum-minum bersama teman-temannya. 36% pria akan menatap mantan pacarnya, tersenyum, dan mengucapkan terimakasih. Faktanya, kedua hal tersebut dilakukan pria untuk menutup-nutupi perasaannya. Ini adalah reaksi yang alamiah; gender pria dikondisikan masyarakat untuk tidak gampang menunjukkan perasaan, apalagi perasaan yang membuatnya terlihat lebih lemah. Namun represi ini juga berakibat sulitnya menghilangkan perasaan terluka, marah, atau sedih dari dirinya. Sebaliknya, wanita yang putus cinta biasanya langsung menangis (atau mengekspresikan emosinya) saat itu juga, dan wanita juga cenderung lebih to-the-point ketika mengakhiri hubungan cinta. Akhirnya mereka akan lebih cepat menghilangkan perasaan-perasaan negatif itu dibandingkan pria.
Pria Punya Lebih Sedikit Teman Curhat. Salah satu alasan mengapa wanita lebih cepat pulih dari penderitaan pasca putus cinta daripada pria adalah karena wanita memiliki lebih banyak teman yang bisa diandalkan untuk bercerita. Penelitian menunjukkan bahwa pria mengandalkan hubungan cinta untuk mendapatkan kedekatan emosional dan dukungan sosial, sementara wanita bisa mendapatkan hal yang sama dengan keluarga dan teman sesama wanita. Begitu wanita mengalami putus cinta, ia akan bercerita kepada siapa saja, kalau perlu kepada orang yang tidak dikenal yang duduk di sebelahnya di bis umum, agar perasaannya bisa lebih enak. Pria, di sisi lain, cenderung lebih enggan membuka diri untuk soal ini. Mungkin baru beberapa bulan kemudian, ketika dalam keadaan setengah teler, baru ia berani bercerita kepada teman-teman prianya mengenai betapa inginnya ia kembali lagi dengan si mantan.
Pria Tidak Suka Memulai Dari Awal Lagi. Setelah putus cinta, pada awalnya pria mungkin akan merasa semangat membayangkan wanita-wanita yang akan ia kencani di masa depan. Namun setelah kencan yang keempat, kesembilan, atau ketigabelas kalinya, barulah ia sadar kalau dibutuhkan usaha keras dan waktu yang panjang untuk sampai pada tingkat keintiman yang pernah ia alami bersama mantannya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih mampu menyesuaikan diri ketika hubungan berakhir karena sebelumnya mereka sudah memikirkan adanya kemungkinan itu, sementara pria biasanya lebih tidak siap dengan putus cinta. Perasaan nyaman secara emosional membuat pria merasa beruntung bisa memiliki seseorang seperti dia. Sayangnya, hal ini seringkali baru disadari ketika si dia sudah berubah status menjadi mantan pacar.
Gambaran Pacaran Pria Yang (Terlalu) Ideal. Banyak kasus putus cinta merupakan reaksi sesaat atas apa yang dirasa sebagai kebosanan; bosan dengan aktivitas, pembicaraan, dan pertengkaran yang itu-itu saja. Kalau kembali melajang, pria mungkin merasa ia akan menjalani hidup yang lebih menarik; tanpa komitmen, bebas pergi ke mana saja, dan bebas bergaul dengan wanita-wanita yang bisa dijadikan pacar baru. Barulah ketika benar-benar melajang ia sadar bahwa hidupnya tidak menjadi seperti itu, bahkan sekarang waktunya tersita oleh pekerjaan. Ia pun kembali merindukan keintiman yang dia alami pada masa pacaran dulu. Penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih tinggi skornya daripada pria dalam hal keintiman sosial, seksual, dan intelektual. Dan biasanya wanita juga lebih cepat menyadari bahwa keintiman adalah dasar dari hubungan yang tahan lama, dan bukannya sekedar variasi aktivitas.
Menurut Zinczenko pula, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria lebih rentan mengalami stres, depresi, dan kecemasan ketika putus cinta dibandingkan dengan wanita. Itu menurut dia. Bagaimana pendapat anda? Apakah anda memiliki pengalaman yang membenarkan atau menyangkal pendapat ini?
Tags: Cinta
Nah penyakit kaya gini neh yang kadang-kadang ngikut kalo kita lagi stress dan ngak karuan. Bingung juga sich kenapa bisa muncul tanpa ngomong dulu ( ya iyalah masa penyakit bisa ngomong? Ngarang kali…)
Ato mungkin ada yang ngak tau nich apa itu insomnia. Wahaha…kemana aja pak..buk…
Nich gini nih menurut ilmu psikologi (hehe…)
Jadi, Insomnia tuh gangguan tidur yang umum terjadi. Yaitu secara terus menerus mengalami kesulitan tidur atau bangun terlalu cepat. Nah siapa tuh yang ngerasa kaya gitu…ngaku-ngaku…!! Jadi insomnia tu muncul sebagai reaksi terhadap perasaan yang meluap-luap atau gangguan emosional, atau mungkin terjadi sebagai cirri khas pola tidur individu yang relative tetap. Faktor-faktor psikologis yang bikin kita jadi insomnia tu bisa karna kegelisahan, ketakutan, perasaan bersalah, dan perasaan cemas atau stress sebagai antisipasi terhadap peristiwa-peristiwa yang akan datang. Antisipasi maksudnya?
Gini misalnya kita besok mau ujian skripsi (ceilah…) mau tidur aja masi mikir besok apa yang harus dilakuin…Besok kalo pengujinya bantai gmn ya? Ah besok aku harus gini nih..kalo nga ntar aku gini..padahal juga kita kan nga tau apa yang terjadi besok.ngapain capek2 mikir segala yak..Nah itu bisa bkin kebiasaan insomnia semakin menjadi-jadi tuh..Cape’ deh…
Bisa juga karna mengidentifikasikan konflik antara antara keinginan dan larangan larangan moral sebagai hal yang menyebabkan insomnia yang merupakan akibat dari perasaan bersalah dan takut dihukum (gitu katanya bapak Coleman, salah satu pakar psikologi).
Klo fisik bisa juga karna keletihan yang hebat, perubahan-perubahan perlengkapan tidur, perubahan-perubahan makanan utama sehari-hari, pemakaian obat perangsang yang berlebihan. Nah lho yang mana..
Solusi : Kalo bidang kedokteran bilang bisa dikurangi dengan menggunakan obat. Tapi harus dipikir ulang kalo penggunaan obat secara terus menerus tanpa menghilangkan penyebab yang mendasarinya sama aja boong pak..buk.. udah gitu obat bisaa membuat kita ketergantungan…wah wah lebih baik dihindari dah..
Nah kalo dari sudut pandang psikologi nih enaknya penyebab psikodinamik yang mendasari insomnia harus diketahui dan perawatannya harus diarahkan untuk menghilangkan atau menguranginya. Seringkali usaha terapi psikologi sangat berguna untuk menghilangkan insomnia ini. Tapi yang paling penting seseorang yang mengalami gangguan ini harus berusaha juga sebelum tidur pada malam hari berada dalam keadaan santai dan jangan mengamati jam atau menantikan saat tidur dengan gelisah..
Plus saranku juga,, biarkan semuanya mengalir apa adanya..klo seumpama insomnia kambuh..nikmati saja keadaan ‘gak bisa tidur’ kita bisa mengisi kegiatan yang lain asal jangan bengong or ngelamun. Ngerjain tugas, listen the favorit music, ato apalah yang asik2..Insya Allah ngantuknya cepet.. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat selalu. Amin.
Cara kita menampilkan diri adalah sesuatu yang kita tentukan sendiri. Oleh sebab itu, kepribadian seseorang sangat berbeda satu sama lain. Apapun kepribadian kita, kita dapat mengubah atau menyesuaikannya dengan situasi yang cocok dengan diri kita. Pengaruh perubahan ini bergantung pada seberapa besar keinginan kita untuk berubah dan kecepatan waktu dalam melakukannya. Kita harus tanamkan dalam pikiran kita bahwa perubahan yang terlalu cepat dan mendadak akan memberikan efek tekanan yang cukup berat. Meskipun kita mempu mengubah kepribadian dalam waktu singkat, usaha ini akan membutuhkan banyak energi. Oleh sebab itu cara terbaik adalah menyisipkan kepribadian baru tersebut dalam perilaku kita sedikit demi sedikit sehingga terjadi perubahan secara wajar. Dalam konteks pekerjaan hal ini berarti bahwa kita harus mulai mengadopsi gaya baru yang berbeda dari kebiasaan perilaku kita yang kurang baik sebelumnya. Di satu sisi kita mungkin merasa kurang cocok dengan ide ini karena hal itu berarti kita tidak menjadi dirinya kita sendiri. Namun, kita juga harus menyadari bahwa tidak ada satu kepribadianpun di dunia ini yang murni hanya menjadi kepribadian seseoang. Oleh sebab itu kita bebas mengadopsi kepribadian-kepribadian lain yang lebih baik dari kepribadian kita sebelumnya.
Tags: sifat manusia
METODE MODERN :
Mengamati sikap kentut seseorang!!! Hahaa…
1. Orang JUJUR Orang yang mengaku setelah kentut
2. Orang TIDAK JUJUR Orang yang kalau kentut terus menuduh orang lain
3. Orang SABAR Orang yang menahan kentutnya sendiri sampai berjam-jam
4. Orang PERCAYA DIRI Orang yang kentutnya bersuara keras, tetapi tanpa rasa bersalah
5. Orang SADIS Orang yang setelah kentut lantas mengibas-ngibaskan sarungnya ke orang lain
6. Orang TERORIS Orang yang kentutnya tidak bersuara tetapi baunya minta ampuuuun
7. Orang PEMALU Orang yang kalau kentut tidak berbunyi, tetapi merasa malu sendiri
8. Orang STRATEGIS Orang yang menyamarkan kentutnya dengan cara kentut sambil tertawa-tawa
9. Orang BODOH Orang yang sehabis kentut, terus menarik nafas dalam-dalam untuk mengganti angin yg keluar
10. Orang HEMAT Orang yang kentutnya dikeluarkan sedikit-sedikit, sampai berbunyi “tiit-tiit-tiit”
11. Orang PELIT Orang yang hobinya mencium bau kentutnya sendiri
12. Orang RAMAH Orang yang suka mencium bau kentut orang lain
13. Orang KREATIF Orang yang suka kentut di dalam air, biar bisa bunyi “blekuthuk-blekuthuk”
14. Orang SOK KUAT Orang yang kalau kentut sambil ngeden sekuat-kuatnya
15. Orang KURANG BERGAUL Orang yang kalau kentut sambil bersembunyi
16. Orang BERWAWASAN LUAS Orang yang tahu kapan ia harus kentut
17. Orang MISTERIUS Orang yang kalau kentut, orang lain tidak ada yang tahu
18. Orang CERDAS Orang yang bisa hafal bau kentut orang lain
19. Orang SENGSARA Orang yang ingin kentut, tetapi tidak bisa kentut
21. Orang SIAL Orang yang merasa mau kentut, tetapi ternyata yang keluar …… ampasnya
20. Orang KRITIS Orang yang bertanya sambil kentut
JuST InTeRMeZooooooooLaaaa….
Pernah saya berada dalam lingkungan orang-orang yang sungguh dalam keadaan tertekan dan keseriusan. Saya berada dalam satu keluarga yang penuh dengan kesuraman dan masalah yang sangat kompleks. Mungkin dalam keluarga itu pernah terjadi suatu pertengkaran hebat karena suatu peristiwa perselingkuhan. Tidak ada keceriaan dalam keluarga itu. Mungkin bisa dibilang dalam keadaan kronis hehe…
Bisa dibayangkan betapa menyedihkannya keadaan keluarga itu. Tanpa senyum, tanpa tawa, tanpa kasih dan sayang.. Sungguh keadaan yang sangat memprihatinkan. Mungkin bisa dibilang seperti itu. Sempat saya merasakan diantara mereka. Saya menjadi tertular rasa yang murung dan putus asa. Wah betapa hebatnya suasana menyedihkan dikeluarga itu. Tapi masih banyak juga orang yang lebih memilih untuk selalu terlihat murung dan wajah penuh kecewa ataupun penuh dengan emosi. Muka tidak cerah, Hati penuh dengan kecemasan sungguh tidak enak untuk dilihat. Bahkan mungkin kadang melihat orang seperti itu saja kita malas.
Suatu ketika saya membaca sebuah buku tentang laugh for no reason dari Dr. Madan Kataria salah satu pendiri gerakan klub tawa. Dari situ saya sangat menyadari bahwa pentingnya tertawa untuk kita. Saya merasakan hal itu sangat nyata. Ketika kita dalam keadaan yang benar—benar murung,,tiba-tiba dalam suatu waktu ada teman saya yang bercerita tentang lelucon ataupun melihat suatu film komedi yang benar-benar membuat saya terpingkal-pingkal,,seketika perasaan saya menjadi sangat baik dan fresh. Teman-teman pasti pernah merasakan hal itu bukan?
Sungguh benar-benar hal yang luar biasa untuk saya. Seandainya saja setiap hari kita bisa tertawa minimal tiga kali sehari ( kaya aturan makan aja Ya??hehe..) saya yakin pasti suasana hati akan terus membaik dan akan menyalurkan energi yang positif juga. Sehingga semangat,,optimis akan selalu bersama kita..Jadi kenapa kita tidak mencooba untuk tertawa? More…and more..
Tulisan ini saya persembahkan untuk sebuah keluarga yang sangat saya sayangi. Semoga kedamaian dan cinta selalu bersama mereka. Dan selalu dalam Rahmat-Nya.Amin
Kampus Psikologi UNS atau disebut undip (bukan universitas diponegoro lho) tapi alias UNiversitas DI Panggung katanya anak-anak seh gitu..knp begitu karena kampus psikologi kampusnya nga ngabung sama kampus pusat UNS melainkan terletak di jl.kolonel sutarto sebelum perempatan hotel ASIA itu alias daerah Tirtomoyo. Dulu memang kampusnya,,pertama berdiri yang namanya prodi psikiologi memang ala kadarnya…yah ruangannya sederhana banget.. buat dikatakan sebuah tempat kuliahnya orang-orang mahasiswa. Tapi seiring berjalannya waktu…tahun demi tahun kampus itu disulap bak kampus executive..haha
pembangunan terus berlanjut…fasiliiitas sedikit demi sedikit mulai terealisasi,, ruang kul yang nyaman,, taman yang asri, dan loby psikologi tempat nongkrongnya anak-anak..apalgi disitu juga sudah dilengkapi fasilitas hot spot jadi kelihatan aktivitas mahasiswa bgt..padhal siy kelihatannya banyak yang pake laptop pada hotspotan kaya aktivitas mahasiswa yang sedang cari cari ilmu2 baru diinternet ternyata cari ah cari banyakan yang lagi ngapdate blog, fs,or laennya hehe.. Nga ketinggalan lagi kantinnya Pak No ( Biar ikut terkenal di blog ya pak hehe) walaupun menu nasi hik bgt tapi merupakan tempat favorit anak2 psikologi pada nongkrong disitu sambil ngutek2 laptop asik juga tuh..Coba deh maen2 ke kampus psikologi kampusnya sejuk bgt kaya di rumah sendiri.. Wah kekna anak2 hiperkes pada berterimakasih neh kampusnya jadi bagus hehe,,becanda ding..
Tags: Psikologi UNS
Kembali mengingatkan Sejarah Sumpah Pemuda
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
|
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
|
![]()
Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
|
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia, berbunyi :
|
![]()
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.
KEDOEA
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.
KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Tags: Sumpah Pemuda, UNS


Recent Comments